Pentingnya Tidak Asal Rekrut Karyawan Baru

Ketika perusahaan butuh beberapa tenaga kerja baru, petinggi perusahaan akan memutuskan untuk merekrut karyawan-karyawan baru dengan kriteria dan persyaratan tertentu. Beberapa perusahaan menginginkan calon karyawan mereka lulusan S1 dari fakultas ekonomi permbangunan, interior design, teknik mesin, arsitektur, dan lain sebagainya dan ada pula beberapa perusahaan yang mau menerima calon karyawan dari lulusan SMA/sederajat. Para calon karyawan akan mengikuti sejumlah tes, seperti tes psikologi, kesehatan, dan wawancara sebelum dinyatakan resmi diterima kerja. Permasalahannya adalah tidak semua calon pegawai bisa bekerja dengan maksimal atau bisa dipercaya sehingga pihak perusahaan tidak boleh asal mempekerjakan orang. Hal ini amat penting untuk dilakukan guna:

Meminimalisir kerugian

Coba bayangkan berapa besar kerugian yang akan dirasakan apabila perusahaan mempekerjakan karyawan yang tidak disiplin, suka korupsi, atau mata-mata dari perusahaan lain. Besar kemungkinan bukan ratusan ribu rupiah saja kerugian yang akan ditanggung tapi bisa belasan, puluhan, atau ratusan juta lebih. Beda halnya jika karyawan direkrut setelah melalui beberapa penilaian dan memang karyawan dapat dipercaya dan disiplin. Pegawai tersebut tidak akan mengecewakan perusahaan selama pihak perusahaan memberikan perhatian dan menjamin kesejahteraannya serta memperlakukannya dengan adil seperti karyawan lainnya.

Meningkatkan produktivitas perusahaan

Apabila merekrut karyawan asal-asalan, bisa saja yang direkrut adalah orang yang malas bekerja. Bila tidak dimarahi, mereka tidak akan bekerja secara maksimal dan setelah itu mereka akan kembali melakukan kesalahan serupa. Alhasil, produktivitas perusahaan lambat laun akan terganggu dan cenderung menurun. Ini masalah serius, apalagi jika tidak hanya satu karyawan yang memiliki sikap seperti ini. Lama kelamaan perusahaan akan ketinggalan dari pesaingnya dan konsumen akan merasa kecewa karena perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan mereka.

Di sisi lain, jika karyawan merekrut pegawai baru yang kompeten dan enak diajak untuk bekerjasama, besar kemungkinan produktivitas perusahaan akan meningkat. Hal ini dikarenakan karyawan yang bersangkutan akan bekerja dengan maksimal baik secara individu maupun kelompok. Mereka pun dijamin bisa dipercaya untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan kepada mereka dengan maksimal.

Mengurangi stres

Tak dapat dipungkiri bahwa masalah yang berasal dari karyawan bisa saja membuat pemilik perusahaan stres dibuatnya. Bayangkan saja jika ada karyawan yang terjaring razia oleh pihak kepolisian dan kemudian dijatuhi hukuman penjara. Pemberitaan baik dari media cetak maupun elektronik yang meliput berita tersebut tentu akan membeberkan tempat kerja karyawan sehingga nama baik perusahaan akan tercoreng. Contoh lainnya, jika ada karyawan yang suka melakukan penyelewengan dana sehingga perusahaan mengalami kerugian besar tapi kasus ini belum terungkap, pemilik perusahaan tentu akan dipusingkan karena permasalahan ini dan lama kelamaan stres pun akan menyerang mereka. Hal ini tidak akan terjadi seandainya mereka tidak merekrut karyawan sembarangan. Jika mereka mempekerjakan karyawan yang profesional dan dapat dipercaya, karyawan tersebut tentu bisa menjaga nama baik perusahaan.

Selain itu, dengan tidak mempekerjakan karyawan asal-asalan, perusahaan bisa menghemat biaya operasional. Ya, ini artinya bahwa mereka menggaji karyawan yang memang pantas untuk mendapatkan upah kerja, bukan karyawan yang sebenarnya tidak baik untuk perusahaan. Maka dari itu, penting kiranya untuk tidak mempekerjakan karyawan asal-asalan, walaupun calon karyawan masih punya hubungan saudara atau kenalan dekat. Sadari bila pekerjaan tidak dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya, hasilnya hanya akan mengecewakan. Jika memang ingin mempekerjakan sanak keluarga atau kenalan, cari tahu dulu kemampuan mereka seperti apa dan kemudian tempatkan di posisi yang sepantasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *