Cermat dalam Membeli Asuransi Mobil

Asuransi mobil menjadi solusi untuk menghindari kerugian yang tak terkira. Seperti halnya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan mobil kesayangan rusak parah hingga tidak dapat dikendarai lagi. Belum lagi harus bertanggung jawab kepada pihak ketiga yang ikut terlibat dalam kejadian yang dialami. Bayangkan jika kemalangan tersebut terjadi dan tidak memiliki proteksi, tentu kerugian akan mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Secara garis besar inilah manfaat dari asuransi mobil yang semakin menarik perhatikan masyarakat luas. Kerugian yang dialami sewaktu-waktu dapat dialihkan ke perusahaan asuransi sehingga keuangan dapat terjaga dengan baik. Apakah Anda juga ingin memiliki asuransi mobil? Silakan daftarkan diri di perusahaan asuransi baik melalui situs resminya maupun juga melakukan kunjungan langsung ke kantor. Saat membeli, beberapa hal dibawah ini harus dicermati:

Pastikan sudah memilih perusahaan yang tepat

Perusahaan asuransi yang ada di Indonesia jumlahnya relatif banyak. Ini menjadi sebuahkesempatan bagus untuk memilih perusahaan yang benar-benar tepat. Menentukan perusahaan mana yang tepat bukan hanya dari fasilitas perusahaan, tetapi juga layananya yang secara profesional dan cepat. Adapun cara-cara yang perlu dilakukan untuk mendapatkan perusahaan asuransi yang tepat adalah dengan merekam jejak perusahaan, baik itu tahun berdirinya, perkembangannya, fasilitas yang diberikan, dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan kemajuan perusahaan. Ingat, perusahaan asuransi yang dipilih harus mempunyai keuangan sehat untuk mendapatkan perlindungan yang maksimal. Dengan begitu, memungkinkan agar pengajuan klaim dapat diproses dengan lancar.

Tentukan jenis perlindungan yang dipilih

Terdapat dua jenis perlindungan yang bisa dipilih nasabah ketika melakukan pembelian asuransi mobil, yakni all risk dan Total Lost Only (TLO). Perbedaan kedua proteksi ini adalah terletak pada perlindungan yang diberikan, dimana all risk mencakup secara keseluruhan peristiwa merugikan baik dari kejadian terkecil maupun besar, sedangkan TLO hanya berlaku untuk kejadian yang parah. Namun, untuk asuransi all risk tidak semua bentuk kerugian dicover oleh perusahaan. Seperti halnya gempa dan tsunami yang mengakibatkan kendaraan rusak bahkan tidak dapat lagi dikendarai, resiko tersebut tidak dapat diklaim dari perlindungan all risk karena termasuk dalam kategori perluasan proteksi. Oleh karena itu, diperlukannya kecermatan dalam hal ini sesuai dengan kebutuhan apakah komprehensif ataupun TLO. Begitu juga dengan perlindungan tambahan, perlu diambil atau tidak untuk kenyamanan mobil kesayangan.

Pertimbangkan perlindungan dari sisi keuangan

Selain kebutuhan, kondisi keuangan juga perlu dipertimbangkan dalam membeli asuransi mobil. Jika polis tak dapat diperpanjang tentu perlindungan akan hangus. Oleh karenanya, sangat disayangkan apabila proteksi asuransi hangus karena premi yang ditanggung tidak dapat diindahkan. Dalam hal ini, calon nasabah perlu melihat berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendapat perlindungan mobil kesayangan, selain daripada premi, juga soal administrasi, dan proses klaim. Untuk mendapat biaya yang sesuai dengan keuangan, perhitungkan pada saat pembelian termasuk perluasan proteksi yang jika tertarik untuk diambil.

Membeli asuransi mobil membutuhkan kecermatan yang tinggi, sebab sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dalam memilikinya. Jangan sampai berasumsi bahwa perusahaan asuransi akan mengcover semua kerugian. Padahal perlindungan terbagi sesuai dengan ketentuannya, dimana tidak semua kerugian bisa dialihkan dalam proteksi TLO seperti halnya all risk. Kenali asuransi lebih dekat baik dari kerabat ataupun juga bisa tanya langsung melalui situs resmi perusahaan. Dengan demikian memungkinkan untuk memilih asuransi yang tepat sesuai kebutuhan.

Hal Mendasar yang Sebabkan Bisnis Tidak Sukses

Memutuskan berbisnis tentunya memiliki harapan agar bisnis dapat berjalan sukses. Ini hal yang wajar diinginkan oleh semua orang yang berbisnis termasuk bagi pemula. Karena, tidak ada satu orangpun yang ingin gagal dalam menjalankan bisnis. Namun kenyataannya, tidak sedikit juga orang yang terjun dalam dunia bisnis harus mengalami kecewa. Bagaimana tidak, saat diketahui bahwa banyak orang yang tidak berminat dengan produk yang dijual, bisa jadi membuat penjualan sepi pembeli. Jika hal ini terus-terusan terjadi, bisa membuat bisnis gulung tikar atau tidak sukses. Oleh karena itu, sebelum memutuskan bebisnis ada baiknya pertimbangkan segala sesuatunya terlebih dahulu dengan cara membuat rencana yang matang. Bukan tidak mungkin adanya rencanya yang matang dapat meminimalisir hal buruk yang akan terjadi kedepannya setelah bisnis dijalankan. Ada banyak hal mendasar yang bisa sebabkan bisnis tidak sukses sehingga harus dihindari. Adapun hal mendasar yang dimaksud seperti berikut:

Pemilihan lokasi usaha kurang tepat

Pemilihan lokasi usaha harus dipertimbangkan dengan baik. Yang mana lokasi merupakan tempat dimana nantinya Anda akan menjual produk dagangan Anda. Pentingnya memilih lokasi dikarenakan memiliki peran penting dalam dunia bisnis. Bisnis dapat sukses atau tidak bisa dipengaruhi oleh lokasi. Jika menjual barang dagangan di tempat startegis, bukan tidak mungkin bisnis akan sukses. Walapun tempat strategis yang dipilih telah banyak para pesaing, setidaknya bisnis masih tetap bertahan. Sebaliknya, pemilihan lokasi usaha yang kurang tepat hanya bisa sebabkan bisnis tidak sukses. Ini bisa saja terjadi bila Anda memilih lokasi usaha yang berada di tempat yang sulit diakses atau tidak memiliki tempat parkir yang luas. Kriteria tempat atau lokasi usaha yang sebaiknya dipilih itu adalah berada di tempat strategis, memiliki tempat parkir luas dan kompetitornya yang rendah.

Kurang berinovasi

Inovasi termasuk salah satu cara untuk meningkatkan penjualan dan menjadi modal bagi para pebisnis. Banyak orang yang tertarik dengan produk atau barang dagangan dilihat dari keunikan atau keindahan dari produk yang dijual. Misal, Anda menjual makanan maka pertama-tama yang dilihat oleh orang mengenai cara penyajian atau bentuk dari makanan itu sendiri bukan dari rasa yang ada. Maka dari itu, pengetahuan sangat penting untuk dimiliki agar Anda bisa berinovasi agar menghasilan karya yang menarik dan unik. Bila kurang berinovasi, ini hanya akan menjadi penyebab mendasar yang bisa membuat bisnis tidak sukses. Jadi, banyak-banyak belajar baik dari buku atau internet agar Anda bisa berinovasi lebih luas.

Manajemen keuangan yang buruk

Masalah manajeman yang buruk bisa juga sebabkan bisnis tidak sukses. Adapun salah satu manajeman yang bisa membuat bisnis tidak sukses yaitu manajeman keuangan yang buruk. Yang mana uang menjadi modal agar bisnis terus maju kedepannya. Akan tetapi, bila manajeman keuangan yang dimiliki buruk, inilah yang sebabkan bisnis tidak sukses. Contoh manajeman keuangan yang buruk yaitu mengabungkan antara uang pribadi dan uang bisnis. Cara ini, bukan tidak mungkin akan membuat uang yang digunakan untuk bisa digunakan untuk keperluan pribadi. Untuk membuat manajemen keuangan bisnis baik, ada baiknya pisahkan antara uang pribadi dan uang bisnis.

Jika Anda tidak ingin 3 hal diatas sebagai penyebab mendasar bisnis tidak sukses, Anda harus menghindari hal-hal diatas. Caranya yaitu dengan memilih lokasi bisnis yang tepat, memiliki keinginan untuk berinovasi dan memiliki manajeman keuangan yang baik.

Pentingnya Tidak Asal Rekrut Karyawan Baru

Ketika perusahaan butuh beberapa tenaga kerja baru, petinggi perusahaan akan memutuskan untuk merekrut karyawan-karyawan baru dengan kriteria dan persyaratan tertentu. Beberapa perusahaan menginginkan calon karyawan mereka lulusan S1 dari fakultas ekonomi permbangunan, interior design, teknik mesin, arsitektur, dan lain sebagainya dan ada pula beberapa perusahaan yang mau menerima calon karyawan dari lulusan SMA/sederajat. Para calon karyawan akan mengikuti sejumlah tes, seperti tes psikologi, kesehatan, dan wawancara sebelum dinyatakan resmi diterima kerja. Permasalahannya adalah tidak semua calon pegawai bisa bekerja dengan maksimal atau bisa dipercaya sehingga pihak perusahaan tidak boleh asal mempekerjakan orang. Hal ini amat penting untuk dilakukan guna:

Meminimalisir kerugian

Coba bayangkan berapa besar kerugian yang akan dirasakan apabila perusahaan mempekerjakan karyawan yang tidak disiplin, suka korupsi, atau mata-mata dari perusahaan lain. Besar kemungkinan bukan ratusan ribu rupiah saja kerugian yang akan ditanggung tapi bisa belasan, puluhan, atau ratusan juta lebih. Beda halnya jika karyawan direkrut setelah melalui beberapa penilaian dan memang karyawan dapat dipercaya dan disiplin. Pegawai tersebut tidak akan mengecewakan perusahaan selama pihak perusahaan memberikan perhatian dan menjamin kesejahteraannya serta memperlakukannya dengan adil seperti karyawan lainnya.

Meningkatkan produktivitas perusahaan

Apabila merekrut karyawan asal-asalan, bisa saja yang direkrut adalah orang yang malas bekerja. Bila tidak dimarahi, mereka tidak akan bekerja secara maksimal dan setelah itu mereka akan kembali melakukan kesalahan serupa. Alhasil, produktivitas perusahaan lambat laun akan terganggu dan cenderung menurun. Ini masalah serius, apalagi jika tidak hanya satu karyawan yang memiliki sikap seperti ini. Lama kelamaan perusahaan akan ketinggalan dari pesaingnya dan konsumen akan merasa kecewa karena perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan mereka.

Di sisi lain, jika karyawan merekrut pegawai baru yang kompeten dan enak diajak untuk bekerjasama, besar kemungkinan produktivitas perusahaan akan meningkat. Hal ini dikarenakan karyawan yang bersangkutan akan bekerja dengan maksimal baik secara individu maupun kelompok. Mereka pun dijamin bisa dipercaya untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan kepada mereka dengan maksimal.

Mengurangi stres

Tak dapat dipungkiri bahwa masalah yang berasal dari karyawan bisa saja membuat pemilik perusahaan stres dibuatnya. Bayangkan saja jika ada karyawan yang terjaring razia oleh pihak kepolisian dan kemudian dijatuhi hukuman penjara. Pemberitaan baik dari media cetak maupun elektronik yang meliput berita tersebut tentu akan membeberkan tempat kerja karyawan sehingga nama baik perusahaan akan tercoreng. Contoh lainnya, jika ada karyawan yang suka melakukan penyelewengan dana sehingga perusahaan mengalami kerugian besar tapi kasus ini belum terungkap, pemilik perusahaan tentu akan dipusingkan karena permasalahan ini dan lama kelamaan stres pun akan menyerang mereka. Hal ini tidak akan terjadi seandainya mereka tidak merekrut karyawan sembarangan. Jika mereka mempekerjakan karyawan yang profesional dan dapat dipercaya, karyawan tersebut tentu bisa menjaga nama baik perusahaan.

Selain itu, dengan tidak mempekerjakan karyawan asal-asalan, perusahaan bisa menghemat biaya operasional. Ya, ini artinya bahwa mereka menggaji karyawan yang memang pantas untuk mendapatkan upah kerja, bukan karyawan yang sebenarnya tidak baik untuk perusahaan. Maka dari itu, penting kiranya untuk tidak mempekerjakan karyawan asal-asalan, walaupun calon karyawan masih punya hubungan saudara atau kenalan dekat. Sadari bila pekerjaan tidak dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya, hasilnya hanya akan mengecewakan. Jika memang ingin mempekerjakan sanak keluarga atau kenalan, cari tahu dulu kemampuan mereka seperti apa dan kemudian tempatkan di posisi yang sepantasnya.

Hal yang Menghambat Seseorang untuk Memulai Usaha

Banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika membangun usaha sendiri. Di antaranya bisa menjadi bos, memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga, mempunyai banyak relasi, mengantongi penghasilan yang lebih banyak, membantu perekonomian di lingkungan sekitar, dan masih banyak lagi. Sayangnya, sederet keuntungan tsb tak lantas membuat seseorang jadi bergariah untuk memulai usaha. Adapun beberapa hal yang menghambat seseorang memulai usaha, sbb:

Tidak ada modal

Modal memang menjadi syarat untuk membangun sebuah usaha. Modal diperlukan untuk membangun atau menyewa sebuah tempat usaha, membeli bahan baku atau barang yang siap dijual, membeli perlengkapan & peralatan, dsb. Akan tetapi, modal memulai usaha tidak mesti dengan uang sendiri. Nyatanya, tak sedikit pebisnis yang memanfaatkan kredit usaha sebagai modal. Untuk itu, jangan berkecil hati jikalau ingin berbisnis tapi tidak tidak ada modal. Selain memanfaatkan kredit usaha, alternatif lainnya adalah mencari investor atau melakukan kerjasama usaha.

Takut akan resiko

Seseorang belum juga memulai usaha lantaran takut akan resiko kerugian hingga kebangkrutan yang bakal dialami. Harus diakui kalau bisnis tidak bisa dipisahkan dari resiko. Akan tetapi, resiko tsb tentu saja bisa diminimalisir bahkan dialihkan oleh pelaku usaha. Seperti halnya dengan melakukan riset pasar sebelum menentukan produk yang akan dipasarkan, merekrut karyawan yang berkompeten untuk mengurangi kesalahan dalam proses produksi, membeli polis asuransi properti supaya kerugian akibat kebakaran bisa dialihkan ke perusahaan asuransi, dsb. Sejatinya semua profesi itu memiliki resiko, tinggal bagaimana cara kita menekan resiko tsb.

Takut tidak balik modal cepat

Balik modal cepat memang perlu dipikirkan karena setelahnya bisa merasakan manisnya profit berbisnis. Sayangnya, hal ini sulit diwujudkan pada bisnis yang baru saja dirintis. Tidak lain karena pasar telah dikendalikan oleh kompetitor lama sehingga sulit memperoleh penjualan apalagi balik modal. Kendatipun demikian apabila hal ini menjadi hambatan memulai usaha, sebetulnya masih ada cara supaya bisa balik modal cepat. Bagaimana? Dengan melakukan pemasaran yang apik, menekan biaya produksi dan juga promosi secara optimal, dan tidak menggunakan uang usaha untuk keperluan pribadi.

Sulit melepaskan pekerjaan

Hal lain yang sering kali membuat seseorang belum juga memulai usaha lantaran sulit melepaskan pekerjaan. Padahal, memulai usaha tidak mesti resign dari tempat kerja. Nyatanya banyak orang sukses bekerja sembari berbisnis. Adapun tips-tips supaya bisa sukses menjalani keduanya secara berdampingan di antaranya melakoni bisnis yang mudah dijalankan. Seperti halnya bisnis sesuai hobi, tentu akan mudah dijalankan karena telah menguasai bidang tsb. Rekrut karyawan untuk melakukan kegiatan produksi, operasional, hingga pemasaran usaha.

Merasa masih minim pengalaman

Seseorang acap kali ragu-ragu memulai bisnis karena masih minimnya pengalaman. Mereka takut kalau bisnis bakalan gagal lantaran pengalaman yang minim. Sebetulnya, pengalaman berbisnis itu bisa diperoleh ketika telah menjalani usaha. Di awal memulai usaha memang akan rentan mengalami kerugian karena masih minim pengalaman. Namun berangsur kerugian bisa diminimalisir bahkan dicegah dengan menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai pelajaran berharga. Untuk itu, jangan takut memulai bisnis.